Langsung ke konten utama

The Takjil Hunter


"Gengs..... kuy ntar habis ngaji cari takjil" tawar Fariq kepada kawannya.

 

Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Pada bulan ini, terlahir yang namanya takjil. Agus, rama, ihsan, dan fariq adalah sekelompok mahasiwa rantauan luar jawa, mereka sering kali berhijrah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari takjil gratis. Bagi anak rantauan, hal inilah yang sering diburu (momen istimewa selama Ramadhan). Singgah ke satu masjid ke masjid lain untuk mendapatkan buka gratis. Bukan karena tak mau rugi, tetapi hanya untuk menghampiri rezeki yang ditawarkan oleh para dermawan di Jagad Raya.

Jamaah maghrib, isya', dan tarawih mereka lakukan di masjid. Mereka juga melakukan tadarus hingga larut malam, meskipun sebagai anak kos. Mereka layaknya santri di sebuah pesantren.

 

***

 

Tujuh hari berturut-turut mereka lalui tanpa terlepas berburu takjil. Suatu ketika, salah satu dari mereka memposting suafoto saat mengantri mengambil takjil. Dengan caption "The gengs of hunter takjil". Selang waktu beberapa menit, beberapa netijen memberikan komentar : dasar suka gratisan, gratisan terussss, buru gratisan terusss, lanjutkan sampai selesai ramadhannya bossscu, dll. Nampaknya Fariq merasa taknyaman dengan komentar para netijen, akhirnya ia membuka percakapan dengan....

 

"Gengss.... aku tadi ngupload foto kita sewaktu mengantri tadi, lantas dikomentari para netijen" keluh Fariq ke kawannya

"Halah biarkan wes.... emang dasar netijen" sahut Rama

"Mereka palingan juga nggak beda jauh" sambung Agus

"Positive thinking saja gengss. Gaapa pasti akan ada hikmah dibalik ini semua" tutup Ihsan yang mencoba meredamkan suasana.

 

Setelah mengutarakan kepada kawannya, hal itu tak membuat Fariq langsung lega. Ia merenung dan memikirkan hujatan netijen. Seolah perang batin tengah bergejolak, saling membenarkan juga saling menyalahkan. Kemudian ucapan Ihsan yang menyarankan kita semua untuk berpositive thinkking terlintas dalam benaknya "semua pasti ada hikmahnya". Percakapan itu seolah menggantung tanpa penjelasan. Mereka melanjutkan aktivitasnya dalam masjid yang disambung dengan aktivitas di kos masing-masing.

Kalau tidak ada para pemburu takjil, kasihan makanannya. Tidak ada yang antusias dan memperjuangkan tuk menjemputnya. *allahuakbar.... allahuakbar...* adzan terkumandangkan, sontak mereka berempat berdoa, kemudian menyantap takjil, diakhiri dengan nasi kotak. Pada suapan terakhir, Fariq menemukan ide untuk membagikan takjil gratis.

 

***

 

Sore sebelum mereka melakukan rutinitas untuk memburu takjil. Fariq mengutarakan ide yang muncul tadi malam  kepada kawan kawannya.

"Gengs..  gengs.... kita gaada cita-cita untuk berbagi takjil gratis kah??"

"hah..? Di masjid-masjid kan sudah banyak yang bagi takjil Riq?" Tanya Agus

"Iyya.... loh, dananya gimana? Darimana?" Sela Rama

"Duh kalian ini, orang Fariq nanya malah dibombardir pertanyaan. Intinya kaliyan setuju tidak?. Kalau setuju kita pikirkan bareng-bareng mengenai konsep beserta dananya?" Tegas Ihsan

"Iyya, Itu yang aku maksud gengs... kaliyan setuju nggak?" Sambung Fariq.

“Udahlah Riq, nggak usah menjadi budak prespektif orang lain napa? Biarlah mereka berkomentar ABC atau apalah. Pamit cabut dulu ya gengss” Ketus Agus sembari meninggalkan mereka bertiga.

 

Sepertinya diskusi kali ini masih belum menemukan titik terang. Tidak mudah memang untuk mengembangkan sebuah ide itu. Tidak hanya butuh waktu yang luang, tapi juga pikiran. Setiba di kos, Fariq melentangkan tubuhnya ke kasur yang seukuran dengan tubuhnya. Ia mencoba menemukan titik celah untuk masalah bagi-bagi takjil. Akhirnya ia tertidur sebelum ide itu muncul lagi.

 

***

Sebab mendung di pagi hari, tak berarti mentari tak akan berusaha menembus awan-awan. Selang beberapa jam, cuaca terlihat cerah dengan berkas cahaya berhamburan menyinari bumi. Sama halnya seperti Fariq, yang tak berhenti sebab celah yang belum terketemukan.

"Whats up gengsss???" Sapaan riang dari Agus

"Weeehhh ada apa neh? Tumben kali nyapa dulu. Biasanya Si Fariq dulu yang nyapa?" Ledek si Rama

Ihsan dan Fariq hanya tersenyum sembari menggeleng-nggelengkan kepalanya (etsss jangan dikira burung kakak tua yak.... ini dua good boys, dengan karismanya yang mempesona)

"Jadi gini... aku setuju dengan ide bagi-bagi takjil" perjelas Agus

"Aku juga setuju" sahut Rama

Mereka itu seperti adik-kakak, tiap kakak bilang Iya, si Adik ikut-ikutan iyya.

Serentak Fariq dan Ihsan mengucapkan "Alhamdulillah...." (padahal mereka nggak janjian lo.... kok bisa barengan gitu ya. Apa iyya ini yang disebut???. Disebut apa hayo??)

 

Akhirnya mereka berempat sepemikiran untuk mengadakan bagi-bagi takjil. Mereka menyusun konsep dan dana. Akhir dari diskusi diperoleh konsep. Pembagian takjil di jalan raya, tepatnya di persimpangan lampu lalu lintas. Takjil berupa minuman manis yang mereka racik bersama. Mengenai dana menggunakan dana iuran mereka, ditambah bantuan dari teman-teman sejawat yang berkenan. Mereka membagikan info ke group whatsapp.

 

***

"Gengsss kok gaada respon ya? Sepertinya gaada yang minat untuk jadi relawan maupun donatur gengs?" Tanya Agus dalam group the takjil hunter.

"Ditunggu dulu aja sampai besok Gus. Insya allah akan ada yang minat" Ihsan mencoba memberikan semangat

"Ini ada Sarah, Doni, sama Asila yang siap jadi relawan. Juga ada Bapak Farid dan Ibu Sinta yang siap menjadi donatur." Kabar dari Fariq

"Iyya ini temanku juga ada yang mau bantu gengsss" sahut Rama dalam group Whatsapp tersebut.

 

Setelah semua siap, mereka melancarkan rencananya mulai besok. Begitulah hasil, terkadang bisa instan terkadang juga butuh waktu. Tentu keduanya tak terlepas dari usaha kita dan Kuasa Allah. Hasil akan tiba setelah datang yang namanya proses hingga tuntas. Never give up.

 

***

"Ayo gengsss cepetan... udah semua kan?" Tanya Agus selaku penanggung jawab di hari itu

"Udah semua bosss" jawab serentak teman-teman relawan. Mereka semua menuju tarjet sasaran sesuai konsep

"Ini pak ada sedikit takjil buat buka nanti"

"Ini mas untuk buka nanti"

"Buk, monggo niki ada sedikit takjil"

"Takjil buat Ning"

 

Mereka dengan semangat yang membara membagikan takjil manis. Semua takjil terbagi habis, tiba kumandang adzan mereka mengucap "alhamdulillah".

"Kerja bagus gengsss.... aku bangga sama kalian" Puji Agus  kepada kawan-kawannya via group the hunter takjil

"Iyya alhamdulillah. Semoga barokah" sahut Fariq

"Allahuma aamiin" balas Ihsan

"Minggu depan lagi kuy.... aku siap jadi pj" pinta Rama.

"Semoga ramadhan depan bisa kek gini lagi gengsss" doa Fariq

Terealisasinya agenda ini karena niat yang bulat, usaha, doa, kerjasama, dan hal-hal positif lainnya seperti komentar netijen. Harapan mereka untuk melaksanaan kegiatan ini diramadhan berikutnya pupus, sebab pandemi corona yang tak kunjung berkesudahan.

 

***

Tulisan ini, aku buat tepat pada tanggal 28 April 2020. terinspirasi dari teman sejawat yang menggerakkan takjil gratis sewaktu masa kuliah. Semangat terus untuk berbuat kebaikan ya :), salam damai, salam sehat untuk Indonesia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

biografi ajun perwira

Ajun Perwira Ajun Perwira dengan Nama Lengkap Anak Agung Bagus Perwira Karang. Ajun itu anak Pertama dan keturunan dari kerajaan Karang di Karngasem bali. Lahir Di Denpasar Tanggal 9 February 1988. Nama Ayah nya ajun Anak Agung Boyke Karang dan Nama Ibu nya I Dewa Ayu Widyani. Ajun paling dekat sama mama nya karena papanya mungkin terlalu sibuk jadi jarang bertemu. =) Ajun itu punya adik cowok nama nya Anak Agung Gde Arya Karang. Biasanya kalau ajun lagi sama adiknya pasti main PS atau ga adiknya di suruh bantuin bukain kado dari fans2 nya. jika ada waktu luang biasanya ajun nge-gym buat kotak kotakin perutnya. Ajun anak yang Rajin kalau ada waktu dan kesempatan pasti dia sembahyang. Dulu ajun sekolah di TK BINTARA, kalo SD di SD TARAKANITA 4, SMP nya di SMP TARAKANITA 5 JAKARTA, dan SMA nya di SMA 21 Pulomas. Setelah SMA, Ajun pindah ke Bali kampung halamannya. Lalu Ajun Kuliah di Fakultas Ekonomi Udayana Denpasar Bali dengan meniti karier di Bali sambil kuliah. ajun Wisuda tah...

Uang Koin 100 Rupiah 1978

Pesan yang begitu bermakna di salah satu sisi uang koin 100 rupiah. Mungkin dari kalian ada yang tahu atau pernah tahu dengan kalimat “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN” ? iya, itulah pesan yang tertuliskan dalam koin kuno terbitan 33 tahun selepas kemerdekaan RI. Menurut saya pribadi, kalimat tersebut merupakan sebuah representasi kehadiran hutan pada masa itu, di mana hutan masih membentang luas dibandingkan dengan kondisi hutan sekarang ini. Selain itu, kalimat tersebut bisa diartikan sebagai pesan bagi generasi mendatang untuk menjaga dan melestarikannya, karena hutan memiliki peranan yang besar terhadap keseimbangan lingkungan. Saya juga berasumsi bahwa kalimat tersebut mampu menjadi doa, karena setiap kata adalah doa. Meskipun, uang koin tersebut sudah tidak beredar lagi, bahkan sudah lama. Semoga kesadaran   akan menjaga lingkungan khususnya hutan bisa lebih bijak lagi dan membawa keberkahan untuk kita semua dan makhluk Tuhan yang lainnya.

Unsur Besi dalam Tubuh Manusia

  Fenomena Unsur Besi yang terdapat pada Bayam dalam Tubuh Bayam. Bukankah semua orang telah mengenalnya? Tentu saja, karena bayam termasuk sayur yang populer. Bagaimana tidak populer, kandungan nutrisi dan gizi yang melimpah membuat sayuran ini digemari banyak orang. Mulai dari anak kecil usia 5 tahun hingga usia tua. Berdasarkan informasi dari Medical News Today menunjukkan nutrisi dalam satu cup bayam mentah mengandung 7 kalori, 0,86 gram protein, 30 miligram kalsium, 0,81 gram besi, 24 miligram magnesium, 167 miligram potasium, 2,813 international units (IU) vitamin A, 58 mikrogram folat. Bayam juga mengandung vitamin K, serat, phospor, dan tiamin. Beberapa kalori di dalam bayam berasal dari protein dan karbohidrat. Berdasarkan informasi tersebut menunjukkan bahwa kandungan besi lebih banyak dari unsur logam lainnya. Adakah di antara kalian yang belum mengetahui unsur satu ini? Mari kita berkenalan dengan unsur ini. unsur besi di dalam susunan sistem periodik merupakan uns...