Langsung ke konten utama

Artikel "Implementasi skill percobaan di laboratorium dalam suatu Industri"

 

Implementasi Skill Analisa Kadar Air Menggunakan Metode Gravimetri dalam Bidang Quality Control Suatu Industri

 

(Tugas akhir: Isolasi Kitosan dari Kulit Udang sebagai Trobosan dalam Bidang Diet) 

Sri Ani Nafiah

Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Pendahuluan

“Isolasi kitosan dari kulit udang sebagai trobosan dalam bidang diet” dipilih sebagai tema tugas akhir. Hal ini dilatarbelakangi oleh  kasus obesitas pada anak di Indonesia (tahun 2018) yang kian meningkat tajam (sekitar tiga kali lipat). Dengan demikian diperlukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu caranya dengan memanfaatkan kitosan dari limbah kulit udang. Menurut Pratiwi (2014) kitosan memiliki banyak manfaat salah satunya dalam bidang diet yaitu dapat mengurangi LDL, mengikat lemak, dan menghambat penyerapan lemak1. Dengan demikian kitosan dapat dijadikan sebagai trobosan dalam bidang diet.

Isolasi kitosan dari limbah kulit udang ada 4 tahapan yaitu deproteinasi, demineralisasi, dekolorisasi, dan deasetilasi2.

1.        Deproteinasi

Tahap pertama yaitu deproteinasi, penghilangan protein yang ada pada kulit udang. Sebanyak 7 kg kulit udang yang telah dihaluskan dimasukkan dalam ekstraktor dengan penambahan NaOH 3,5 % dengan perbandingan 10:1 (v/b), diekstrak selama 2 jam (pada T= 65 oC). Selanjutnya didinginkan, disaring dan dibilas akuades hingga netral. Padatan yang didapatkan di masukkan ke ekstraktor (tanpa ada tambahan pelarut) dengan suhu 60 oC hingga mengering.

2.        Demineralisasi

Demineralisasi merupakan tahap dalam penghilangan mineral atau garam-garam anorganik pada kulit udang. Sebanyak 4,2 kg hasil deproteinasi dimasukkan ekstraktor, ditambahkan larutan HCl 1 N (15:1 v/b). Diekstrak selama 30 menit pada suhu 60 oC. Setelah itu didinginkan, disaring dan dibilas dengan akuades hingga netral. Dimasukkan ekstraktor tanpa penambahan pelarut pada suhu 60 oC hingga kering.

3.        Dekolorisasi

Dekolorisasi merupakan tahap penghilangan pigmen warna (red-orange) yang terkandung dalam kitin. Hasil demineralisasi dimasukkan dalam ekstraktor ditambahkan larutan NaOCl 0,315% dengan perbandingan 10:1 (v/b) pada suhu 40 oC selama 1 jam. Kemudian padatan disaring dan dinetralkan dengan akuades, padatan dimasukkan dalam ekstraktor dan diekstrak pada suhu 80oC hingga kering (berat tetap).

4.        Deasetilasi

Deasetilasi merupakan tahap isolasi kitosan, proses penggantian gugus asetil (-NHCOCH3) dengan gugus amina. Isolasi kitosan dengan menambahkan NaOH 60 % 20:1 (v/b), kemudian diekstrak selama 1 jam pada suhu 80-100 oC.

Setelah diisolasi kitosan dikarakterisasi dengan beberapa parameter uji: kadar air, kadar abu, protein, kelarutan dalam asam asetat 2%, dan derajat deasetilasi.

Berikut merupakan tabel karakterisasi sifat fisik kitosan sesuai Standar Protan Laboratory3

Parameter

Standar Protan Laboratory (%)

Kadar Air

≤ 10

Kadar Abu

≤ 2,0

Protein

≤ 5,0

Kelarutan dalam asam asetat 2%

Larut

Derajat deasetilasi

≥ 70


Implementasi skill dalam Industri

Skill dari tugas akhir yang dapat diimplementasikan dalam suatu industri bidang Quality control adalah analisa kadar air pada hasil produksi. Beberapa industri diantaranya adalah industri kitosan, gelatin, susu bubuk, tepung, dan industri lainnya yang sejenis. Uji kadar air dilakukan untuk mengetahui jumlah air yang terdapat dalam produk, rendahnya kadar air meningkatkan daya simpan yang relatif lebih lama. Untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang diinginkan, setiap industri memiliki standart untuk masing-masing parameter uji yang ditetapkan oleh QMS (Quality Management System)4 . Oleh karena itu penting dilakukannya analisa kadar air pada produk untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk.

Analisa kadar air pada kitosan atau produk industri yang lainnya dengan menggunakan metode gravimetri, prinsipnya adalah menghitung berat zat murni. Dalam analisa ini menghitung berat air yang hilang, dengan cara menimbang berat cawan+sampel sebelum dipanaskan dan berat cawan+sampel setelah pemanasan. Selisih berat tersebut merupakan berat air yang menguap dari sampel.

Adapun proses penentuan kadar air  adalah sebanyak 2 gram sampel dimasukkan dalam cawan porselen. Dioven dengan suhu 105oC selama 1 jam, dilanjutkan didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang sampai berat konstan5. Kadar air dapat dihitung dengan persamaan :

Kadar air =  (b-c)/(b-a)× 100%

Dimana b adalah berat sampel + cawan sebelum dioven, a adalah berat cawan kosong, dan c adalah berat cawan + sampel setelah dioven.

Metode gravimetri juga dapat diaplikasikan dalam analisa kadar abu dengan cara, sebanyak ±2 gram kitosan atau sampel lainnya dimasukkan dalam cawan porselen. Selanjutnya ditanur dengan temperatur 600 oC selama 3,5 jam kemudian didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang sampai berat konstan. Kadar abu dapat dihitung dengan persamaan:

Kadar abu = Berat abu (g) / Berat sampel (g) × 100% 

Dengan demikian kadar air dalam produk dapat diketahui, jika kadar air melebihi standart yang telah ditentukan maka dilakukan produksi ulang, sampai kadar air memenuhi baku mutunya, begitu juga pada kadar abu. Skill analisa kadar air dengan metode gravimetri bisa diterapkan dalam semua industri yang melakukan Quality control kadar air pada sampelnya.


Daftar Pustaka                    

1 Pratiwi, Rianta. 2014. Manfaat Kitin dan Kitosan bagi Kehidupan Manusia. Osean. Volume XXXIX. Nomor 1. Hal 35-43. ISSN 0216-1877

 

2 Poeloengasih, Crescentiana Dewi, Hernawan, dan M. Angwar. 2008. Isolation and Characterization of Chitin and Chitosan Prepared Under Various Processing Times. Indo. J. Chem, 8(2) : 189-192

 

3 Dompeipen, Edward J., Marni Kaimudin, dan Riardi P. Dewa. 2016. Isolasi Kitin dan Kitosan dari Limbah Kulit Udang. Majalah BIAM Balai Riset dan Standarisasi Industri Ambon, 12(01): 32-38

 

4 Kushwah, Akash dan Yugal Agarwal. 2017. Study of Quality Testing of Milk Powder in Sterling Agro Industries Limited-Nova. Acta Chemica Malaysia (ACMY), 1(2) : 08-10 DOI : http://doi.org/10.26480/acmy.02.2017.08.10

 

5 AOAC. 1995. Official Methods of The Association of Analitical Chemist, Inc. Washington., DC: Association of Official analytical Chemist

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

biografi ajun perwira

Ajun Perwira Ajun Perwira dengan Nama Lengkap Anak Agung Bagus Perwira Karang. Ajun itu anak Pertama dan keturunan dari kerajaan Karang di Karngasem bali. Lahir Di Denpasar Tanggal 9 February 1988. Nama Ayah nya ajun Anak Agung Boyke Karang dan Nama Ibu nya I Dewa Ayu Widyani. Ajun paling dekat sama mama nya karena papanya mungkin terlalu sibuk jadi jarang bertemu. =) Ajun itu punya adik cowok nama nya Anak Agung Gde Arya Karang. Biasanya kalau ajun lagi sama adiknya pasti main PS atau ga adiknya di suruh bantuin bukain kado dari fans2 nya. jika ada waktu luang biasanya ajun nge-gym buat kotak kotakin perutnya. Ajun anak yang Rajin kalau ada waktu dan kesempatan pasti dia sembahyang. Dulu ajun sekolah di TK BINTARA, kalo SD di SD TARAKANITA 4, SMP nya di SMP TARAKANITA 5 JAKARTA, dan SMA nya di SMA 21 Pulomas. Setelah SMA, Ajun pindah ke Bali kampung halamannya. Lalu Ajun Kuliah di Fakultas Ekonomi Udayana Denpasar Bali dengan meniti karier di Bali sambil kuliah. ajun Wisuda tah...

Uang Koin 100 Rupiah 1978

Pesan yang begitu bermakna di salah satu sisi uang koin 100 rupiah. Mungkin dari kalian ada yang tahu atau pernah tahu dengan kalimat “HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN” ? iya, itulah pesan yang tertuliskan dalam koin kuno terbitan 33 tahun selepas kemerdekaan RI. Menurut saya pribadi, kalimat tersebut merupakan sebuah representasi kehadiran hutan pada masa itu, di mana hutan masih membentang luas dibandingkan dengan kondisi hutan sekarang ini. Selain itu, kalimat tersebut bisa diartikan sebagai pesan bagi generasi mendatang untuk menjaga dan melestarikannya, karena hutan memiliki peranan yang besar terhadap keseimbangan lingkungan. Saya juga berasumsi bahwa kalimat tersebut mampu menjadi doa, karena setiap kata adalah doa. Meskipun, uang koin tersebut sudah tidak beredar lagi, bahkan sudah lama. Semoga kesadaran   akan menjaga lingkungan khususnya hutan bisa lebih bijak lagi dan membawa keberkahan untuk kita semua dan makhluk Tuhan yang lainnya.

Unsur Besi dalam Tubuh Manusia

  Fenomena Unsur Besi yang terdapat pada Bayam dalam Tubuh Bayam. Bukankah semua orang telah mengenalnya? Tentu saja, karena bayam termasuk sayur yang populer. Bagaimana tidak populer, kandungan nutrisi dan gizi yang melimpah membuat sayuran ini digemari banyak orang. Mulai dari anak kecil usia 5 tahun hingga usia tua. Berdasarkan informasi dari Medical News Today menunjukkan nutrisi dalam satu cup bayam mentah mengandung 7 kalori, 0,86 gram protein, 30 miligram kalsium, 0,81 gram besi, 24 miligram magnesium, 167 miligram potasium, 2,813 international units (IU) vitamin A, 58 mikrogram folat. Bayam juga mengandung vitamin K, serat, phospor, dan tiamin. Beberapa kalori di dalam bayam berasal dari protein dan karbohidrat. Berdasarkan informasi tersebut menunjukkan bahwa kandungan besi lebih banyak dari unsur logam lainnya. Adakah di antara kalian yang belum mengetahui unsur satu ini? Mari kita berkenalan dengan unsur ini. unsur besi di dalam susunan sistem periodik merupakan uns...